DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
B. Maksud
Dan Tujuan
C. Permasalahan
BAB II PEMBAHASAN
A. Teori Atom
C. Gagasan
Kunci Model atom Bohr
D. Postulat Dasar Model Atom Bohr
- Model Atom Bohr
- Tingkatan energi elektron dalam atom hidrogen & Hubungan Atom Bohr dengan Konfigurasi Elektron
G. Kelebihan
dan Kelemahan Teori Bohr
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
Daftar
Pustaka
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala limpahan Rahmat dan
Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan saya
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan informasi bagi para pembaca.
Makalah ini saya
akui masih banyak kekurangan karena informasi
yang saya miliki belumlah
sempurna. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan kritik maupun saran yang membangun
untuk kesempurnaan makalah ini.
Palembang, 25 Oktober 2015
Fatimah Az-Zahrah
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Atom
adalah satuan unit terkecil dari sebuah unsur yang memiliki sifat-sifat dasar
tertentu. Setiap atom terdiri dari sebuah inti kecil yang terdiri dari proton
dan neutron dan sejumlah elektron pada jarak yang jauh. Pada tahun 1913 Neils
Bohr pertama kali mengajukan teori kuantum untuk atom hydrogen. Model ini merupakan transisi
antara model mekanika klasik dan mekanika gelombang. Karena pada prinsip fisika
klasik tidak sesuai dengan kemantapan hidrogen atom yang teramati.
Model
atom Bohr memperbaiki kelemahan model atom Rutherford. Untuk menutupi kelemahan
model atom Rutherford, Bohr mengeluarkan empat postulat. Gagasan Bohr
menyatakan bahwa elektron harus mengorbit di sekeliling inti. Namun demikian, teori atom yang dikemukakan
oleh Neils Bohr juga memiliki banyak kelemahan. Model Bohr hanyalah bermanfaat
untuk atom-atom yang mengandung satu elektron tetapi tidak untuk atom yang
berelektron banyak.
Posisi
elektron model Bohr masih tidak dapat ditentukan secara pasti. Erwin
Schrodinger datang menengahi dengan teori
kebolehjadian-nya dimana daerah dengan peluang terbesar ditemukannya
elektron disebut sebagai orbital yang
digambarkan seperti titik-titik awan yang membentuk ketebalan tertentu. Semakin
tebal awan orbitalnya, semakin besar juga peluang untuk menemukan elektron di
dalam orbital itu. Penentuan posisi elektron di dalam orbital itulah yang kita
kenal sekarang sebagai konfigurasi
elektron.
B. PERMASALAHAN
Dari
latar belakang yang disebutkan di atas, Penulis menemukan permasalahan yang
dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana
perkembangan teori dasar atom Bohr?
2. Mengapa model atom Bohr tidak bermanfaat untuk atom yang
berelektron banyak?
3. Bagaimana
hubungan antara atom Bohr dengan konfigurasi elektron?
C. MAKSUD DAN TUJUAN
Karya
tulis diharapkan dapat membantu para pembaca untuk mengetahui lebih mengenai :
1. Untuk mengetahui perkembangan
teori dasar atom Bohr.
2. Untuk mengetahui alasan atom Bohr tidak bermanfaat untuk
atom yang berelektron banyak.
3. Untuk mengetahui hubungan antara atom Bohr dengan
konfigurasi elektron.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
TEORI ATOM
Atom adalah satuan unit
terkecil dari sebuah unsur yang memiliki sifat-sifat dasar tertentu. Setiap
atom terdiri dari sebuah inti kecil yang terdiri dari proton dan neutron dan
sejumlah elektron pada jarak yang jauh.
Mempelajari tentang
teori atom sangatlah penting sebab atom merupakan penyusun materi yang ada di
alam semesta. Dengan memahami atom kita dapat mempelajari bagaimana satu atom
dengan yang lain berinteraksi, mengetahui sifat-sifat atom, dan sebagainya sehigga
kita dapat memanfaatkan aam semesta untuk kepentingan umat manusia.
Nama “atom” berasal
dari bahasa Yunani yaitu “atomos” diperkenalkan oleh Democritus yang artinya
tidak dapat dibagi lagi atau bagain terkecil dari materi yang tidak dapat
dibagi lagi. Konsep atom yang merupakan penyusun materi yang tidak dapat dibagi
lagi pertama kali diperkenalkan oleh ahli filsafat Yunani dan India.
Konsep atom yang lebih
modern muncul pada abab ke 17 dan 18 dimana saat itu ilmu kimia mulai
berkembang. Para ilmuwan mulai menggunakan teknik menimbang untuk mendapatkan
pengukuran yang lebih tepat dan menggunakan ilmu fisika untuk mendukung
perkembangan teori atom.
1. Model Atom John Dalton
Pada tahun 1808, John
Dalton yang merupakan seorang guru di Inggris,
melakukan perenungan tentang atom. Hasil perenungan Dalton menyempurnakan teori
atom Democritus. Bayangan Dalton dan Democritus adalah bahwa atom berbentuk
pejal.
John Dalton mengungkapkan bahwa :
a.
Atom adalah bagian terkecil dari suatu zat.
b. Atom
berbentuk bola sederhana yang sangat kecil, tidak dapat dibelah, diciptakan
ataupun dimusnahkan.
c. Unsur
yang sama mengandung atom-atom yang sama.
d. Atom
sejenis memiliki sifat yang sama dalam segala hal, sedangkan atom yang berbeda
memiliki sifat yang berbeda.
e. Reaksi
kimia terjadi karena adanya penggabungan dan pemisahan atom-atom.
f. Bila
atom-atom bergabung akan membentuk molekul. Bila atom-atom yang bergabung sama
akan terbentuk molekul unsur, sedangkan bila atom-atom
yang bergabung berbeda akan terbentuk molekul senyawa.
Ø Kelemahan teori atom Dalton
Pada perkembangan selanjutnya ditemukan
berbagai fakta yang tidak dapat dijelaskan oleh teori tersebut, antara lain :
a. Tidak
dapat menjelaskan sifat listrik materi.
b. Tidak
dapat menjelaskan cara atom-atom saling berikatan.
c. Model
atom Dalton tidak dapat menjelaskan perbedaan antara atom unsur yang satu
dengan unsur yang lain.
Kelemahan –kelemahan tersebut dapat
dijelaskan setelah ditemukan beberapa partikel penyusun atom, seperti elektron
ditemukan oleh Joseph John Thomson tahun 1900, penemuan partikel proton oleh Goldstein
tahun 1886.
Ø Kelebihan teori atom Dalton
a. Dapat menerangkan Hukum Kekekalan
Massa (Hukum Lavoisier)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
b. Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
2. Model
Atom J.J. Thomson
Dengan adanya teori atom yang
dikemukakan oleh Dalton maka banyak sekali para ilmuwan yang ingin menyelidiki
tentang atom. Mereka penasaran tentang apa itu atom dan apa penyusunnya? Salah
satunya adalah J.J Thompson,
dia melakukan percobaan dengan menggunakan tabung katoda. Dia menemukan bahwa
apabila tabung katoda di beri tegangan tinggi maka suatu “sinar” yang dia sebut
sebagai “sinar katoda” akan dihasilkan.
Disebabkan sinar ini muncul pada
elektroda negative dan sinar ini enolak kutub negative dari medan listrik yang
diaplikasikan ke tabung katoda maka Thompson menyatakan bahwa sinar katoda
tersebut tak lain adalah aliran partikel bermuatan negative yang dikemudian
hari disebut sebagai electron. Dengan mengganti katoda menggunakan berbagai
macam logam maka Thompson tetap menghasilkan jenis sinar yang sama.
Berdasarkan hal ini maka Thompson
menyatakan bahwa setiap atom pasti memiliki electron, disebabkan atom bersifat
netral maka dalam atom juga harus megandung sejumlah muatan positif. Sehingga
dia menyatakan bahwa:
“Atom terdiri dari awan bermuatan
positif yang terdistribusi sedemikian rupa dengan muatan negative tersebar
secara random di dalamnya”
Model atom ini kemudian disebut sebagai
“plum pudding model” yang di Indonesia lebih dikenal sebagai model roti kismis.
Ø Kelebihan dan Kelemahan Model
Atom Thomson
· Kelebihan.
Membuktikan adanya partikel lain yang
bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari
suatu unsur.
· Kelemahan
Model Thomson ini tidak dapat
menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam bola atom tersebut.
3. Model
Atom Rutherford
Rutherford bersama dua orang muridnya (Hans
Geigerdan Erners Masreden)melakukan percobaan yang dikenal dengan hamburan
sinar alfa (λ) terhadap lempeng tipis emas. Sebelumya telah ditemukan adanya
partikel alfa, yaitu partikel yang bermuatan positif dan bergerak lurus,
berdaya tembus besar sehingga dapat menembus lembaran tipis kertas. Percobaan
tersebut sebenarnya bertujuan untuk menguji pendapat Thomson, yakni apakah atom
itu betul-betul merupakan bola pejal yang positif yang bila dikenai partikel
alfa akan dipantulkan atau dibelokkan. Dari pengamatan mereka, didapatkan fakta
bahwa apabila partikel alfa ditembakkan pada lempeng emas yang sangat tipis,
maka sebagian besar partikel alfa diteruskan (ada penyimpangan sudut kurang
dari 1°), tetapi dari pengamatan Marsden diperoleh fakta bahwa satu diantara
20.000 partikel alfa akan membelok sudut 90° bahkan lebih.
Berdasarkan gejala-gejala yang terjadi,
diperoleh beberapa kesmipulan beberapa berikut:
1. Atom
bukan merupakan bola pejal, karena hampir semua partikel alfa diteruskan
2. Jika
lempeng emas tersebut dianggap sebagai satu lapisanatom-atom emas, maka didalam
atom emas terdapat partikel yang sangat kecil yang bermuatan positif.
3. Partikel
tersebut merupakan partikelyang menyusun suatu inti atom, berdasarkan fakta
bahwa 1 dari 20.000 partikel alfa akan dibelokkan. Bila perbandingan 1:20.000
merupakan perbandingan diameter, maka didapatkan ukuran inti atom kira-kira
10.000 lebih kecil daripada ukuran atom keseluruhan.
Berdasarkan fakta-fakta yang didapatkan
dari percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal
dengan Model Atom Rutherfordyang menyatakan bahwa Atom
terdiri dari inti atom yang sangat kecil dan bermuatan positif, dikelilingi
oleh elektron yang bermuatan negatif. Rutherford menduga bahwa didalam
inti atom terdapat partikel netral yang berfungsi mengikat partikel-partikel
positif agar tidak saling tolak menolak.
Ø Kelemahan Model Atom
Rutherford
· Kelebihan
Membuat hipotesa bahwa atom tersusun
dari inti atom dan elektron yang mengelilingi inti
· Kelemahan
Tidak dapat menjelaskan mengapa elektron
tidak jatuh ke dalam inti atom. Berdasarkan teori fisika, gerakan elektron
mengitari inti ini disertai pemancaran energi sehingga lama - kelamaan energi
elektron akan berkurang dan lintasannya makin lama akan mendekati inti dan
jatuh ke dalam inti Ambilah seutas tali dan salah satu ujungnya Anda ikatkan
sepotong kayu sedangkan ujung yang lain Anda pegang. Putarkan tali tersebut di
atas kepala Anda. Apa yang terjadi? Benar. Lama kelamaan putarannya akan pelan
dan akan mengenai kepala Anda karena putarannya lemah dan Anda pegal memegang
tali tersebut. Karena Rutherford adalah telah dikenalkan lintasan/kedudukan
elektron yang nanti disebut dengan kulit.
4. Model
Atom Bohr
Pada tahun 1913, pakar fisika Denmark
bernama Neils Bohr memperbaiki kegagalan atom Rutherford
melalui percobaannya tentang spektrum atom hidrogen. Percobaannya ini berhasil
memberikan gambaran keadaan elektron dalam menempati daerah disekitar inti
atom. Penjelasan Bohr tentang atom hidrogen melibatkan gabungan antara teori
klasik dari Rutherford dan teori kuantum dari Planck, diungkapkan dengan empat
postulat, sebagai berikut:
1. Hanya ada
seperangkat orbit tertentu yang diperbolehkan bagi satu elektron dalam atom
hidrogen. Orbit ini dikenal sebagai keadaan gerak stasioner (menetap) elektron
dan merupakan lintasan melingkar disekeliling inti.
2. Selama
elektron berada dalam lintasan stasioner, energi elektron tetap sehingga tidak
ada energi dalam bentuk radiasi yang dipancarkan maupun diserap.
3. Elektron hanya
dapat berpindah dari satu lintasan stasioner ke lintasan stasioner lain. Pada
peralihan ini, sejumlah energi tertentu terlibat, besarnya sesuai dengan
persamaan planck, ΔE = hv.
4. Lintasan
stasioner yang dibolehkan memilki besaran dengan sifat-sifat tertentu, terutama
sifat yang disebut momentum sudut. Besarnya momentum sudut
merupakan kelipatan dari h/2∏ atau nh/2∏, dengan n adalah bilangan bulat dan h
tetapan planck.
Menurut model atom bohr,
elektron-elektron mengelilingi inti pada lintasan-lintasan tertentu yang
disebut kulit elektron atau tingkat
energi. Tingkat energi paling rendah adalah kulit elektron yang
terletak paling dalam, semakin keluar semakin besar nomor kulitnya dan semakin
tinggi tingkat energinya.
Ø Kelebihan dan Kelemahan
· Kelebihan
atom Bohr adalah bahwa atom terdiri dari
beberapa kulit untuk tempat berpindahnya elektron.
· Kelemahan
model atom ini adalah tidak dapat
menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack
5. Model
Atom Modern
Model atom mekanika kuantum dikembangkan
oleh Erwin Schrodinger (1926).Sebelum Erwin Schrodinger, seorang ahli dari
Jerman Werner Heisenberg mengembangkan teori mekanika kuantum yang dikenal
dengan prinsip ketidakpastian yaitu “Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan
dan momentum suatu benda secara seksama pada saat bersamaan, yang dapat
ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari
inti atom”.
Daerah ruang
di sekitar inti dengan kebolehjadian untuk mendapatkan elektron disebut
orbital. Bentuk dan tingkat energi orbital dirumuskan oleh Erwin
Schrodinger.Erwin Schrodinger memecahkan suatu persamaan untuk mendapatkan
fungsi gelombang untuk menggambarkan batas kemungkinan ditemukannya elektron
dalam tiga dimensi.
Ø Kelebihan
1. Mengetahui
dimana posisi elektron yang sedang mengorbit
2. BIsa
ngukur perpindahan energi eksitasi dan emisinya
3. BIsa
teridentifikasi kalau di inti terdapat proton dan netron kemudian dikelilingi
oleh elektron yang berputar diporosnya/ di orbitalnya
Ø Kelemahan Model Atom Modern
Persamaan gelombang Schrodinger hanya
dapat diterapkan secara eksak untuk partikel dalam kotak dan atom dengan
elektron tunggal.
B.
Perkembangan
Teori Atom Bohr
Di awal abad ke-20, percobaan oleh Ernest Rutherford telah dapat menunjukkan bahwa atom terdiri dari sebentuk awan difus elektron bermuatan negatif mengelilingi inti yang kecil,
padat, dan bermuatan positif. Berdasarkan data percobaan ini, sangat wajar jika
fisikawan kemudian membayangkan sebuah model sistem keplanetan yang diterapkan
pada atom, model
Rutherford tahun 1911,
dengan elektron-elektron mengorbit inti seperti layaknya planet mengorbit
matahari. Namun demikian, model sistem keplanetan untuk atom menemui beberapa
kesulitan. Sebagai contoh, hukum mekanika klasik (Newtonian) memprediksi bahwa
elektron akan melepas radiasi
elektromagnetik ketika
sedang mengorbit inti. Karena dalam pelepasan tersebut elektron kehilangan
energi, maka lama-kelamaan akan jatuh secara spiral menuju ke inti. Ketika ini
terjadi, frekuensi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan akan berubah. Namun
percobaan pada akhir abad 19 menunjukkan bahwa loncatan bunga api listrik yang dilalukan dalam suatu gas bertekanan rendah di dalam sebuah tabung hampa akan membuat atom atom gas
memancarkan cahaya (yang berarti radiasi elektromagnetik) dalam
frekuensi-frekuensi tetap yang diskret.
Pada
tahun 1913, Niels Bohr, fisikawan berkebangsaan Swedia, mengikuti jejak
Einstein menerapkan teori kuantum untuk menerangkan hasil studinya mengenai
spektrum atom hidrogen. Bohr mengemukakan teori baru mengenai struktur dan
sifat-sifat atom. Teori atom Bohr ini pada prinsipnya menggabungkan teori
kuantum Planck dan teori atom dari Ernest Rutherford yang dikemukakan pada
tahun 1911. Bohr mengemukakan bahwa apabila elektron dalam orbit atom menyerap
suatu kuantum energi, elektron akan meloncat keluar menuju orbit yang lebih
tinggi. Sebaliknya, jika elektron itu memancarkan suatu kuantum energi,
elektron akan jatuh ke orbit yang lebih dekat dengan inti atom.
C.
Gagasan
Kunci Model atom Bohr
Dua
gagasan kunci adalah:
1. Elektron-elektron
bergerak di dalam orbit-orbit dan memiliki momentum yang terkuantisasi, dan
dengan demikian energi yang terkuantisasi. Ini berarti tidak setiap orbit,
melainkan hanya beberapa orbit spesifik yang dimungkinkan ada yang berada pada
jarak yang spesifik dari inti.
2. Elektron-elektron
tidak akan kehilangan energi secara perlahan-lahan sebagaimana mereka bergerak
di dalam orbit, melainkan akan tetap stabil di dalam sebuah orbit yang tidak
meluruh.
D.
Postulat Dasar Model Atom Bohr
Ada
empat postulat yang digunakan untuk menutupi kelemahan model atom Rutherford,
antara lain :
a. Atom
Hidrogen terdiri dari sebuah elektron yang bergerak dalam suatu lintas edar
berbentuk lingkaran mengelilingi inti atom ; gerak elektron tersebut
dipengaruhi oleh gaya coulomb sesuai dengan kaidah mekanika klasik.
b. Lintas
edar elektron dalam hydrogen yang mantap hanyalah memiliki harga momentum
angular L yang merupakan kelipatan dari tetapan Planck dibagi dengan 2π.

c. Dalam
lintas edar yang mantap elektron yang mengelilingi inti atom tidak memancarkan
energi elektromagnetik, dalam hal ini energi totalnya E tidak berubah.
d. Jika
suatu atom melakukan transisi dari keadaan energi tinggi EU ke
keadaan energi lebih rendah EI, sebuah foton dengan energi hυ=EU-EI
diemisikan. Jika sebuah foton diserap, atom tersebut akan bertransisi ke
keadaan energi rendah ke keadaan energi tinggi.
E.
Model
Atom Bohr
”Bohr menyatakan bahwa
elektron-elektron hanya menempati orbit-orbit tertentu disekitar inti atom,
yang masing-masing terkait sejumlah energi kelipatan dari suatu nilai kuantum
dasar. (John Gribbin, 2002)”
Model
Bohr dari atom hidrogen
menggambarkan elektron-elektron
bermuatan negatif mengorbit pada kulit atom dalam lintasan
tertentu mengelilingi inti atom yang bermuatan
positif. Ketika elektron meloncat dari satu orbit ke orbit lainnya selalu
disertai dengan pemancaran atau penyerapan sejumlah energi elektromagnetik
hf.
Menurut
Bohr :
”
Ada aturan fisika kuantum yang hanya
mengizinkan sejumlah tertentu elektron dalam tiap orbit. Hanya ada ruang untuk
dua elektron dalam orbit terdekat dari inti. (John Gribbin, 2005)”
Gambar 1. Model Atom Bohr
Model ini adalah pengembangan dari model
puding prem (1904), model Saturnian (1904), dan model
Rutherford (1911). Karena
model Bohr adalah pengembangan dari model Rutherford, banyak sumber
mengkombinasikan kedua nama dalam penyebutannya menjadi model Rutherford-Bohr.
Kunci sukses model ini adalah dalam menjelaskan formula
Rydberg mengenai garis-garis emisi spektral atom hidrogen, walaupun formula Rydberg sudah dikenal secara eksperimental, tetapi tidak
pernah mendapatkan landasan teoritis sebelum model Bohr diperkenalkan. Tidak
hanya karena model Bohr menjelaskan alasan untuk struktur formula Rydberg, ia
juga memberikan justifikasi hasil empirisnya dalam hal suku-suku konstanta
fisika fundamental.


Keterangan
Gambar 2.
Model Bohr untuk atom hydrogen
n
Lintasan yang
diizinkan untuk elektron dinomori n = 1, n = 2, n =3 dst. Bilangan ini
dinamakan bilangan kuantum, huruf K, L, M, N juga digunakan untuk menamakan
lintasan
n
Jari-jari
orbit diungkapkan dengan 12, 22, 32, 42,
…n2. Untuk orbit tertentu dengan jari-jari minimum a0 =
0,53 Å

n
Jika
elektron tertarik ke inti dan dimiliki oleh orbit n, energi dipancarkan dan
energi elektron menjadi lebih rendah sebesar

![]() |

Gambar
3. Tingkat-tingkat energi atom Hydrogen
F. Tingkatan energi elektron dalam atom hidrogen
Model Bohr hanya akurat untuk sistem satu elektron
seperti atom hidrogen atau helium yang terionisasi satu kali. Penurunan rumusan tingkat-tingkat energi atom
hidrogen menggunakan model Bohr.
Penurunan rumus didasarkan pada tiga asumsi
sederhana:
a) Energi
sebuah elektron dalam orbit adalah penjumlahan energi kinetik dan energi
potensialnya:
![]() |
![]() |
![]() |
dengan
k = 1 / (4πε0),
dan qe
adalah muatan elektron.
b) Momentum
sudut elektron hanya boleh memiliki harga diskret tertentu:

c) Elektron
berada dalam orbit diatur oleh gaya
coulomb. Ini berarti gaya coulomb sama
dengan gaya
sentripetal:

Dengan mengalikan ke-2 sisi persamaan (3) dengan r didapatkan:

Suku di sisi kiri menyatakan energi potensial,
sehingga persamaan untuk energi menjadi:

Dengan menyelesaikan persamaan (2) untuk r,
didapatkan harga jari-jari yang diperkenankan:

Dengan memasukkan persamaan (6) ke persamaan (4),
maka diperoleh:

Dengan membagi kedua sisi persamaan (7) dengan mev didapatkan

Dengan memasukkan harga v pada persamaan energi (persamaan (5)), dan kemudian
mensubstitusikan harga untuk k dan
, maka energi pada tingkatan orbit yang berbeda
dari atom hidrogen dapat ditentukan sebagai berikut:

![]() |
![]() |
![]() |
|
![]() |
Dengan memasukkan harga semua konstanta,
didapatkan,
![]() |
Dengan demikian, tingkat energi terendah untuk
atom hidrogen (n = 1) adalah -13.6 eV. Tingkat energi berikutnya (n = 2) adalah -3.4 eV. Tingkat energi ketiga (n = 3) adalah -1.51 eV, dan seterusnya. Harga-harga energi ini
adalah negatif, yang menyatakan bahwa elektron berada dalam keadaan terikat
dengan proton. Harga energi yang positif berhubungan dengan atom yang berada
dalam keadaan terionisasi yaitu ketika elektron tidak lagi terikat, tetapi
dalam keadaan tersebar.
Dengan
teori kuantum, Bohr juga menemukan rumus matematika yang dapat dipergunakan
untuk menghitung panjang gelombang dari semua garis yang muncul dalam spektrum
atom hidrogen. Nilai hasil perhitungan ternyata sangat cocok dengan yang
diperoleh dari percobaan langsung. Namun untuk unsur yang lebih rumit dari
hidrogen, teori Bohr ini ternyata tidak cocok dalam meramalkan panjang
gelombang garis spektrum. Meskipun demikian, teori ini diakui sebagai langkah
maju dalam menjelaskan fenomena-fenomena fisika yang terjadi dalam tingkatan
atomik. Teori kuantum dari Planck diakui kebenarannya karena dapat dipakai
untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika yang saat itu tidak bisa diterangkan
dengan teori klasik. Teori atom Bohr
tentu memiliki kelemahan juga, salah satunya tidak dapat menentukan posisi
elektron, Erwin Schrodinger menengahi nya dengan teori kebolehjadian yakni
daerah peluang terbesar ditemukan elektron disebut orbitar yang digambarkan
seperti titik-titik awan yang membentuk ketebalan tertentu. Semakin tebal awan
orbitalnya, semakin besar juga peluang untuk menemukan elektron di dalam
orbital itu. Penentuan inilah yang akhirnya disebut Konfigurasi elektron.
G.
Kelebihan
dan Kelemahan Teori Bohr
o
Keberhasilan
teori Bohr terletak pada kemampuannya untuk meeramalkan garis-garis dalam
spektrum atom hidrogen
o Salah satu penemuan adalah sekumpulan garis halus,
terutama jika atom-atom yang dieksitasikan diletakkan pada medan magnet
Kelemahan






BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan





B.
Saran
Kami sebagai penyusun sadar
bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan karena latar belakang maupun keterbatasan-keterbatasan
yang tidak dapat di
pungkiri,untuk itu kami
harapkan kritik dan saran yang membangun
dari guru pembimbing dan pembaca
sekalian.
DAFTAR PUSTAKA
Beiser,
Arthur. 1999. Konsep Fisika Modern. Jakarta : Erlangga
Gribbin,
John. 2003. Fisika Kuantum. Jakarta : Erlangga
------.
2005. Bengkel Ilmu : Fisika Modern. Jakarta : Erlangga
Krane,
Kenneth. 1988. Fisika Modern. Jakarta : UI Press
Elektro
Indonesia no. 31/VI (Mei 2000)
http://nad-nid-noed.blogspot.co.id/2013/08/konfigurasi-elektron-dan-hubungannya.html
25 Oktober 2015
Kayanya temen-temen boleh refresh ide atau mengutip dari tugas kamu ini, tapi tentu saja copas jgan disuruh. Kenapa?
BalasHapuskarena ada undang-undang Plagiarisme.. Jadi jangan sampai orang copas/jiplak lalu berdalih: "tu, yg punya bilang ngga apa-apa dicopas".Hayooo..